ASISTENSI
EKONOMI INTERNASIONAL
“STRATEGI KEBIJAKAN
PEMERINTAH VIETNAM
TERHADAP KOMODITI BERAS”
DISUSUN OLEH :
NINDI AGUSTIRA 05101001003
AFRIYANI 05101001011
WIDI SAYANDA 05101001027
DEKI RIMON 05101001032
RICHARD PRAMANA 05101001062
EKY FRESLIANA SAGALA 05101001072
EKY FRESLIANA SAGALA 05101001072
JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013
BAB I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Menurut ilmiah beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang
telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang)
secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi). (Wikipedia). Sedangkan dalam
sehari – hari beras adalah makanan pokok masyarakat mayoritas di Indonesia.
Beras adalah komoditas strategis dan merupakan
pangan pokok bangsa Indonesia. Konsumsi beras setiap tahun selalu meningkat
seiring dengan laju penambahan penduduk. Sudah banyak upaya untuk mengerem laju
konsumsi beras dengan aneka ragaman pangan lokal namun tampaknya setiap tahun
selalu mengalami kenaikan. Swasembada beras terjadi tahun 1984 dan dapat
dipertahankan pada tahun 1990. Setelah itu peningkatan konsumsi beras tidak
sebanding lagi dengan laju peningkatan produksi dan areal panen (Kasryno et
al., 2001). Sejak tahun 1994 Indonesia mulai mengimpor beras lagi, dan setiap
tahun ada kecenderungan peningkatan impor.
Konsumsi yang banyak oleh
penduduk menyebabkan beberapa hal, diantaranya Indonesia kekurangan beras
(cadangan), hanya pada tahun 2011 kita bisa
surplus. Kekurangan cadangan makanan membuat pemerintah mengadakan impor
beras dari Negara – Negara yang berpenghasil beras. Vietnam merupakan Negara
yang cukup banyak meng ekspor beras mereka ke Indonesia, rata – rata ssetiap
tahun mampu mengirim sekitar 1,5 juta ton.
Suatu jumlah yang besar
beras Vietnam ke Indonesia, ini merupakan fenomena yang unik melihat Vietnam
mampu ekspor beras mereka ke Indonesia. Padahal Negara kita terkenal dengan
Negara agraris yang mayoritas penduduknya adalah petani. Ironis sekali !
Permasalahan terjadi kenapa Indonesia masih perlu cadangan
beras nasional, apakah kita kekurangan
lahan untuk menanam padi? Pertanyaan ini sudah bisa kita cari jawabannya di
berita – berita televisi. Beberapa yang menjadi catatan lain masalah impor
beras dari Vietnam adalah apa keunggulan dari beras Vietnam dibandingkan beras
yang ada di Negara kita. Selain itu bagaimana strategi pemerintah Vietnam
sehingga mampu ekspor beras ke Indonesia.
Pasti ada strategi atau kebijakan pemerintah Vietnam dalam hal ini
komoditi beras, hal ini menarik untuk dibahas selanjutnya. Sehingga penulis
tertarik untuk membahas tentang “Strategi
Kebijakan Pemerintah Vietnam terhadap Komoditi Beras”. Dimana hasil paper ini
akan menjadi referensi pembaca lainnya dan diperbaiki untuk selanjutnya.
I.2 Tujuan
1.
Bagaimana strategi Pemerintah Vietnam mewujudkan ekspor beras keluar …negara ?
2. Bagaimana keadaan
komoditi Vietnam saat ini dan yang akan datang ?
BAB II. PEMBAHASAN
II.2 Komoditi Beras Vietnam Masa Lalu
Vietnam
adalah satu dari sedikit negara yang tetap bertahan sebagaipengekspor beras
(pangan) hingga kini. Namun, belakangan Vietnam mulaimembatasi ekspor beras
guna menjaga ketahanan pangan di dalam negeri pada saat kritis pangan melanda
dunia sejak awal tahun 2008.
Vietnam
sebenarnya belum lama masuk kelompok pengekspor beras. Bahkan, dalam
sejarahnya, negeri yang pernah tercabik-cabik perang ini pernah mengalami
kekurangan pangan (1985-1986) yang begitu dahsyat. Akibatnya, mereka harus
mengimpor beras 1 juta ton. Namun, dengan kebijakan yang komprehensif disertai
strategi yang tepat dan amdal, Vietnam berangsur-angsur menjadi salah satu
negara pengekspor beras terkemuka.
Adapun
kebijakan yang dimaksud adalah Kebijakan Doi Moi, yang berarti renovasi yang
ditetapkan Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam (PKV) pada 15-18 Desember
1986 dan mulai diterapkan pada tahun 1987. PKV adalah satu-satunya partai
politik di Vietnam.
II.2 Kebijakan Doi Moi
Pada
intinya, kebijakan Doi Moi meliputi, pertama, perubahan sistem ekonomi dari
perencanaan terpusat menjadi ekonomi pasar (market force) yang berorientasi
sosialis.
Kedua,
mengakui kepemilik- an oleh swasta, yang sebelum- nya hanya satu, yaitu oleh
negara. Dalam perkembangan- nya bahkan mengakui kepemilikan aset-aset ekonomi
oleh pihak asing dengan disetujuinya Undang-Undang PMA Tahun 1087.
Ketiga,
restrukturisasi BUMN dan Koperasi. Keempat, mengembangkan hubungan ekonomi
internasional. Dalam kerangka Doi Moi, Pemerintah Vietnam membuat Rencana
Pembangunan
Lima
Tahun (Repelita ) periode 1987- 1991 dengan program utama meningkatkan produksi
pangan dan bahan konsumsi lain dengan sasaran pemenuhan kebutuhan domestik dan
mulai mengekspor.
Untuk
pertumbuhan ekonomi (GDP) ditargetkan 6-7 persen per tahun. Kini Vietnam
memasuki Repelita V periode 2005â"2010 dengan target
pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 mencapai 13,4 persen dan sector pertanian
berkembang antara 16 sampai 17 persen. Adapun sector industri dan jasa
diharapkan mencapai di atas 40 persen dari GDP.
Dengan
kebijakan Doi Moi yang antara lain mengizinkan petani berproduksi sebanyak
mungkin (sebelumnya dibatasi dan ditentukan oleh pemerintah), pada tahun 1989
untuk pertama kali, setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi, Vietnam
mengekspor beras sebanyak 1 juta ton.
Selanjutnya,
beras merupakan komoditas utama ekspor nonmigas. Tahun 2000 lalu Vietnam telah
mengekspor 3,5 juta ton beras, disusul pada tahun 2005 mengekspor 4,5 juta ton
beras.
Terkait
ekspor beras dan dalam hubungan bilateral Indonesia-Vietnam, tahun 1998 saat
Indonesia dilanda krisis, Vietnam membalas budi baik Indonesia yang pernah
menolongnya pada tahun 1986 dengan memberi beras kepada Indonesia 10.000 ton dan meminjami 100.000 ton
tanpa bunga selama satu tahun. Tahun 1986 Indonesia meminjamkan beras kepada
Vietnam 50.000 ton dengan masa pinjaman dua tahun.
II.3 Kebijakan dan Strategi
Keberhasilan
Vietnam dalam meningkatkan produksi dan ekspor beras tidak terlepas dari
kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian. Kebijakan itu, pertama, memberi
kesempatan seluas mungkin kepada petani untuk menggunakan atau memanfaatkan
tanah sebaik mungkin (menurut konstitusi Vietnam, hanya negara yang berhak
memiliki tanah) dalam berproduksi tanaman pangan.
Kedua,
mengembangkan ekonomi pedesaan dan ekonomi rumah tangga. Ketiga, memberikan
pelayanan yang luas kepada petani, dalam bentuk antara lain pengadaan kredit
pedesaan. Keempat, meliberalisasi perdagangan, terkait beras, yaitu menghapus kuota
ekspor beras dan impor pupuk.
Sementara
itu, strategi yang dilakukan Vietnam dalam pembangunan beras mencakup, pertama,
rehabilitasi dan peningkatan struktur dan sistem irigasi. Saat ini hampir 90 persen
lahan sawah padi telah diairi dengan sistem irigasi.
Kedua,
pengembangan varietas unggul. Melalui lembaga Iptek dan Bank of Agriculture
Micro Biological Genes telah dikembangkan sejumlah jenis bibit padi yang
unggul, termasuk jenis varietas padi unggul hibrida.
Ketiga,
menyediakan lahan pertanian untuk petani miskin tanpa dipungut sewa, bahkan
menyediakan pinjaman dana untuk berproduksi.
Keempat,
menjamin tingkat kentungan bagi petani beras dengan membeli semua beras yang
dijual jika harganya di bawah harga yang ditetapkan (floor price) dan
pemerintah menarik dukungannya jika harga beras sudah mencapai harga tertinggi
yang ditetapkan (ceiling price).
Kelima,
memberi kesempatan kepada semua perusahaanâ" BUMN, koperasi, dan Swasta yang memegang izin perdagangan
komoditas pangan atau pertanian dapat mengekspor beras dan mengimpor pupuk
Keenam,
mendorong perusahaan swasta dan BUMN untuk mengadakan kontrak dengan petani,
dengan ketentuan perusahaan wajib menyediakan modal, bahan baku (bibit), serta
bantuan teknik kepada petani produsen dan membeli semua produksi hasil
pertanian. Sebaliknya, petani yang terikat kontrak wajib menjual produknya
dengan harga yang disepakati.
Ketujuh,
mendirikan Kantor Pertanian dan Perdagangan (Agriculture and Trade Office) di
negara-negara yang mempunyai potensi besar dalam membeli beras Vietnam.
Dengan
berpegang pada kebijakan nasional, khususnya kebijakan dan strategi peningkatan
dan ekspor beras, Vietnam kini menjadi negara pengekspor beras terbesar kedua
setelah Thailand. Semua keputusan itu dilaksanakan secara konsisten, efektif,
dan efisien serta didukung sepenuhnya oleh seluruh lembaga pemerintah dan
rakyat.
II.4 Vietnam Menuju
Eksportir Terbesar Beras di Dunia
Setelah melihat
kebijakan dan strategi pemerintah Vietnam untuk komoditi beras, negara ini akan menjadi negara eksportir
beras terbesar di dunia. Vietnam tahun ini
mungkin melampaui Thailand sebagai pengekspor beras terbesar di dunia, dengan
perkiraan ekspor sekitar 7 juta ton beras, sementara Thailand mengekspor 6,5
juta ton.Nguyen Van Don, direktur umum pengekspor beras Viet Hung, mengatakan,
sejauh ini Vietnam unggul berkat adanya jaminan harga tinggi bagi petani
Thailand.
Ini karena adanya
program penyimpanan dan pembelian beras guna mendukung petani Thailand. Karena
itu, sekarang ini sangat sulit bersaing harga jual. Vietnam kini bersaing
sangat ketat dengan India, Pakistan, dan Myanmar, terutama India.
Selain itu, buruknya
panen padi di China selatan juga membantu meningkatkan permintaan beras Vietnam
sehingga China pada tahun ini menjadi pembeli utama.
Saat ini perusahaannya banyak
mengekspor beras ke China. Dalam beberapa tahun terakhir China mengimpor sangat
sedikit, umumnya lewat jalur tidak resmi. Tahun ini mereka mulai mengimpor
melalui jalur resmi. Mereka membeli dalam jumlah sangat banyak dengan cepat.
Tahun ini Vietnam mungkin mengekspor lebih dari dua juta ton ke China. Itu
berarti China kini adalah pasar potensial. Kualitas beras Vietnam lebih rendah dari beras
Thailand dan biasanya tidak bersaing untuk pasar yang sama.
Menurut
pejabat-pejabat, penurunan ekspor Thailand masih mungkin menciptakan peluang.
Huynh Cong Minh, wakil kepala bagian pertanian
dan pembangunan pedesaan provinsi Tien Giang, mengatakan, peluang Vietnam tidak
besar, tetapi berjangka panjang guna membantu Vietnam selangkah demi selangkah
mengubah struktur benih padinya, memperluas wilayah beras berkualitas tinggi
guna memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor dalam beberapa tahun ke
depan.
Pejabat-pejabat mengatakan, sekitar
45 persen wilayah di provinsi Tien Giang ditanami padi berkualitas lebih
tinggi, tetapi mereka berencana secara bertahap menambah wilayah itu dan
menembus pasar baru. Itu akan membantu banyak petani dan buruh tani Vietnam.
Petani Nguyen Ngoc Phan telah menanam padi berkualitas tinggi selama lima tahun
terakhir. Menurutnya, beras jenis itu meningkatkan penghasilannya. Dengan berpegang
pada kebijakan nasional, khususnya kebijakan dan strategi peningkatan dan
ekspor beras, Vietnam kini menjadi negara pengekspor beras terbesar kedua
setelah Thailand. Semua keputusan itu dilaksanakan secara konsisten,
BAB III. PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Vietnam
adalah satu dari sedikit negara yang tetap bertahan sebagai pengekspor beras
(pangan) hingga kini. Namun, belakangan Vietnam mulaimembatasi ekspor beras
guna menjaga ketahanan pangan di dalam negeripada saat kritis pangan melanda
dunia sejak awal tahun 2008.
Dengan
kebijakan dan strategi pemerintah Vietnam untuk komoditi beras, negara ini akan menjadi negara eksportir
beras terbesar di dunia. Vietnam
tahun ini mungkin melampaui Thailand sebagai pengekspor beras terbesar di
dunia,
III.2 Saran
Pemerintah memperhatikan kembali kebijakan – kebijakan
terdahulu oleh pemerintah sebelumnya, karena kebijakan dan strategi pemerintah
Vietnam lakukan merupakan kebijakan dan strategi negara kita dahulu. Sehingga
kita optimis untuk melakukan hal yang sama dengan Vietnam saat ini.
DAFTAR PUSTAKA
Amri,
Qayyum. 2011.
Bulog Impor Beras dari Vietnam dan Thailand http://old.indonesiafinancetoday.com/read/13439/Bulog-Prioritaskan-Impor-Beras-dari-Thailand-dan-Vietnam.
25 Maret 2013
Ardi.
2009. Latar Belakang Timbulnya Perdagangan Internasional. http://
prabusetiawan.blogspot.com/2009/06/latar-belakang-timbulnya-perdagangan. html.
25 Maret 2013
Mohsin,
Ayub. 2008. Strategi Pangan Vietnam http://www.mail-archive.com/forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com/msg44757.html.
25 Maret 2013
Wikipedia.
Beras. Vietnam Akan Jadi Pengekspor Beras. http://id.wikipedia.
org/wiki/Beras. 25 Maret 2013

Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking