08 April 2013

BAURAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN KHAS DESA PULAU SEMAMBU (ROSELA, BAYAM, DAN BELEWAH)


MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN AGRIBISNIS
BAURAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN KHAS DESA PULAU SEMAMBU (ROSELA, BAYAM, DAN BELEWAH)








Widi Sayanda
05101001027








JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA
2012
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Desa Pulau Semambu adalah desa yang saat ini menjadi desa percontohan di Kabupaten Ogan Ilir. Desa ini merupakan pemekaran dari Desa Tanjung Seteko, setelah terjadi pemekaran maka daerah ini menjadi desa baru dengan nama Desa Pulau Semambu.
Desa Pulau Semambu memiliki 5 (lima) dusun, dimana setiap dusun memiliki potensi masing – masing. Dusun satu dan dua merupakan daerah yang penduduknya banyak sebagai pedagang, ini disebabkan dusun tersebut tepat dipinggir jalan. Selain itu disini juga terdapat sentra wisata Agrowisata Bina Dharma membuat peluang usaha disekitarnya maju.
Didusun tiga merupakan  dusun yang paling berpotensi, karena di disini merupakan sentra tempat masyarakat Desa Pulau Semambu bertani. Pertanian utama disini adalah Rosela, bayam, jagung, dan belewah. Sedangkan Dusun empat dan lima merupakan daerah perkebunan seperti sawit dan karet.
Masyarakat Pulau Semambu sangat aktif dalam kegiatan menaikan nilai jual dari hasil tani mereka. Beberapa usaha yang sudah dilakukan, diantaranya pembuatan kerupuk bayam, olahan rosel, dan olahan belewah.
Jika ini dikembangkan, maka Desa Pulau Semambu dapat menjadi sentra makanan khas bagi daerahnya sendiri. Bahkan dapat menjadi ciri khas daerah kabupaten Ogan Ilir.
Namun dalam kegiatannya, masyarakat desa ini terkendala untuk pemasaran produk mereka. Karena pasar tetap mereka belum ada. Sehingga mereka akan produksi jika ada even dan pesanan dari konsumen.
Maka dari itu saya tertarik un tuk membahas bauran pemasaran usaha masyarakat Desa Pulau Semambu dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapinya dalam Laporan Fieldtrip “Bauran Pemasaran Olahan Pertanian, Permasalahan dan Solusi yang dihadapi Masyarakat Desa Pulau Semambu”


1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana bauran pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu?
1.3 Tujuan
            Tujuan dari kami melakukan kunjungan ke perusahaan keripik ini yaitu:
Untuk mengetahui bauran pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu.
1.4  Manfaat
            Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Mengetahui bauran pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu




















II PEMBAHASAN
2.1 Bauran Pemasaran
Menurut ahli ilmu pemasaran mendefinisikan bahwa bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran (2000.Kotler).
Bauran pemasaran atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran. Dalam bukunya, Sofjan Assauri mendefinisikan bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi, bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.
Seperti diketahui, strategi pemasaran adalah suatu himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju dalam jangka panjang dan tujuan perusahaan jangka panjang, dalam situasi persaingan tertentu. Dalam strategi pemasaran ini, terdapat Strategi Acuan/Bauran Pemasaran yang menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel pemasaran, untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.

Produk
Segala sesuatu yang berupa barang dan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan terhadap konsumen. Di dalam strategi bauran pemasaran, produk merupakan unsur yang paling penting, karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Tujuan utama dari produk adalah untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan.


a. Pemilihan produk, pemilihan produk olahan rosela, belewah, dan bayam didukung oleh hasil pertanian di desa ini sangat banyak. Seperti bayam, hampir setiap kebun masyarakat sekitar terdapat tanaman bayam dan belewah. Kemudian rosela terdapat hampir di setiap pekarangan rumah penduduk sekitar. Kami akan menanam rosela setiap kebun masyarakat, untuk mendukung produksi rosela didesa ini ujar Kepala Desa Pulau Semambu.
b. Pembungkus barang, saat ini kemasan setiap olahan sudah memiliki kemasan masing – masing. Rosela yang dibuat sirup dikemas dalam botol dan dikemas menggunakan mesin, keripik bayam sudah dikemas dalam plastik kedap udara, dalam setia kemasan bayam dengan berat setengah ons. Kemudian dodol belewah sudah dikemas dalam kemasan kotak.
c. Merk barang, sedangkan merek produk olahan masing – masing menggunakan merk

Price (Harga)
Keputusan tentang harga produk  merupakan keputusan pemasaran yang sangat penting karena sangat menentukan terhadap volume penjualan dan akan menentukan keuntungan perusahaan.
Penetapan harga yang dilakukan perusahaan ini ialah
a.      Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Biaya bahan baku, biaya operasional
b.      Harga para pesaing juga harus dipertimbangkan akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan Karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga
c.      Melihat situasi dan kondisi , jangan menjual terlalu murah dan jangan terlalu mahal.
Kripik bayam dijual perbungkusnya Rp. 4000 / 0,5 ons. Dalam setiap bungkus sudah dikemas didalam plastik yang kedap udara. Bayam pada umumnya dijual seharga Rp. 2.500 per ikatnya. Sedangkan per-ikat beratnya rata – rata 0,5 kg. Kripik bayam dijual seharga Rp. 4.000 /bungkus, sedangkan perbungkus beratnya 0,5 ons. Jadi dibandingkan dengan penjualan bayam biasa Rp. 2.500 / ikat bisa mendapatkan pendapatan kotor kurang lebih Rp.40.000.
Rosela dibuat sirup dan selai, sirup dijual seharga @ Rp. 20.000/ botolnya sedangkan selai Rp. 10.000 / botol. Dodol dari belewah dijual seharga 10 / kotaknya. Jika melihat dari harga produk tersebut, bahwa penganan dari Desa Pulau Semambu dapat dijangkau oleh semua kalangan dan dapat memperoleh keuntungan besar.
Promotion (Promosi)
Dalam kegiatan awal, selalu ada promosi. Ini dengan tujuan agar produk yang ditawarkan nanti dapat dikenal oleh orang – orang. Untuk produk dari desa ini memiliki beberapa cara.
Pertama mereka mengikuti kegiatan bazar atau ekspo yang dilakukan oleh pemerinta setempat dan pemerintah luar provinsi. Terakhir mereka ikut buka stan di kegiatan KTNA di Inderalaya. Dengan harapan produk tersebut bisa dinikmati oleh pengunjung.
Kedua, dari mulut kemulut. Setiap ada kunjungan kedesa, maka selalu yang ditonjolkan adalah makanan khas daerah desa ini. Setiap tamu yang datang dirumah kepala desa akan di suguhkan makanan – makanan hasil olahan tadi. Setelah mereka mencicipi, maka akan tahu bagaimana hasil dari olahan masyarakat sekitar.

Place (Tempat dan distribusi)
Berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan transport. Produk tidak banyak artinya bagi pelanggan apabila tidak tersedia pada saat dan tempat ia diinginkan.
            Produk mencapai pelanggan melalui saluran distribusi (distribution channel). Saluran disrtibusi adalah rangkaian perusahaan atau individu mana pun yang ikut serta dalam arus barang dan jasa dari produsen kepada pemakai akhir atau konsumen.
Produk yang dihasilkan oleh desa ini memamng terkendala oleh belum adanya tempat pendistribusian yang tetap. Untuk sementara sebagian kecil hasil pertanian mereka (bukan produk olahan)  di pasarkan ke koperasi Pabrik Kayu yang terletak di Desa Timbangan.
Mereka hanya mendistribusikan produk mereka ketika ada pemesanan, jika tidak ada maka mereka tidak melakukan pendistribusia karena mereka produksi berdasarkan pemesanan. Namun melihat pendistribusian produk, juga terjadi jika ada even tertentu, seperti bazar / expo.

















BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Melihat dari bauran pemasaran ini apat disimpulkan bahwa  :
Produk yang khas dari Desa Pulai Semambu adalah kripik bayam, olahan rosela, dan olahan belewah. Ini produk dihasilkan dan diolah oleh masyarakat desa ini. Penetapan harga yang dilakukan perusahaan ini ialah Melihat situasi dan kondisi , jangan menjual terlalu murah dan jangan terlalu mahal, daya beli, biaya- biaya lainnya.
Promosi yang dilakukan perusahaan ini ialah secara konvensional maksudnya disini ialah dengan mengikuti pameran-pameran baik itu antar kabupaten atau provinsi. Mempromosikan dari mulut kemulut dengan cara, apabila ada kunjungan kedesa. Maka akan disuguhkan produk tersebut.
Pemasaran hanya dilakukan jika ada pemesanan sedangkan tempat distribusi tetap belum ada, sehingga dibutuhkan solusi untuk membantu pemasaran produk ini
3.2 Saran
Wacana untuk membuat makanan khas untuk desa, cakupannya terlalu kecil. Sebaiknya produk ini dijadikan makanan khas Kab. OI dan disediakan Outlet untuk menanmpungnya. Kemudian dibuat pasar akan lebih baik untuk mejadi sasaran pemasaran produk ini nanti.





DAFTAR PUSTAKA
Dara, Dilasandy. 2011. Bauran Pemasaran. http//wordpress.com diakses tanggal    26 Desember 2012.
Suparmin 2012. Bauran Pemasaran. Inderalaya: Desa Pulau Semambu











LAMPIRAN
 





Gambar Kripik Bayam                                    Gambar Rosella

MANAJEMEN PEMASARAN AGRIBISNIS BOSTON CONSULTING GROUP-BCG


MANAJEMEN PEMASARAN AGRIBISNIS
BOSTON CONSULTING GROUP-BCG
                                                                                             



OLEH :
WIDI SAYANDA
05101001027







PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDERALAYA
2012
Boston Consulting Group-BCG

Pengertian Boston Consulting Group-BCG

BCG merupakan salah satu strategy tool yang sering digunakan oleh pihak manajemen untuk mengenerate suatu strategi. BCG sama seperti kepanjangannya Boston Consulting Group, ditemukan oleh salah seorang karyawan Boston Consulting Group yang bernama Bruce Henderson pada tahun 1970. meskipun sudah lama ditemukan, masih banyak perusahaan yang menggunakannya. BCG juga sering disebut dengan Growth-Share Matrix, karena matrix kuadran BCG secara grafis menggambarkan perbandingan posisi pangsa pasar  (market share)dan rata-rata pertumbuhan industrinya (market growth)

Tujuan
Boston Consulting Group-BCG
Berikut ini beberapa tujuan diimplementasikannya BCG: memahami pasar,optimalisasi portofolio, diantaranya: menganalisis portofolio bisnis saat ini, perencanaan portofolio, pengembangan portofolio,dan juga mengembangkan: strategi baru, bisnis baru, dan repositioning bisnis, serta meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya. perlu digaris bawahi bahwa BCG hanya digunakan untuk faktor eksternal berupa keadaan pasar. seperti yang kita ketahui bahwa berbeda dengan faktor internal dimana kita dapat mengontrolnya, faktor eksternal bagi perusahaan tidak dapat dikontrol, sehingga perusahaan hanya bisa menerimanya dan menentukan strategi yang tepat untuk memanfaatkan keuntungan atau meminamalisir sekuat tenaga kerugian yang disebabkannya. jika kita bandingkan dengan SWOT, SWOT menentukan suatu strategi pada lingkup keseluruhan dari perusahaan. sedangkan, BCG khusus digunakan untuk menentukan suatu strategi dari suatu produk, layanan atau service, dan unit bisnis perusahaan.




Kuadran Boston Consulting Group-BCG
Add caption

Gambar Kuadran Boston Consulting Group-BCG

Untuk menjelaskan 4kuadran dan B CG dan memperjelas  life cycle dari produk, layanan, atau unit bisnis perusahaan. saya menggunakan contoh Yamaha V-Ixion. berikut ini penjelasannya:
1.      Kuadran Question Marks/Problem Child
Pada kuadran ini potensi pertumbuhan terbuka lebar, pangsa pasar masih rendah, pertumbuhan pasar tinggi, dibutuhkan usaha agar pangsa pasar naik di pasar yang sedang tumbuh ini, biasanya merupakan produk baru atau produk dengan keunggulan yang belum terlihat pasar, pengembangan bisnis sangat diperlukan. Pertumbuhan bisa dicapai dengan: berinvestasi dan meningkatkan kinerja bisnis.Resiko besar jika ternyata dalam pengembangan produk menemui kegagalan. Pertumbuhan penjualan diperoleh dari peningkatan pangsa pasar. Investasi bisa menggunakan dana dari kuadran Cash Cow.
Pada kuadran ini, walaupun market share produk yang ditawarkan masih rendah, tapi demand-nya sudah cukup terlihat, dalam artian market growth-nya tinggi. Pada kenyataannya, Yamaha V-Ixion jelas sekali baru sampai tahap ini. Strategi lebih lanjut yang perlu dilakukan pihak marketing untuk mendorong agar produk ini bergeser ke arah kuadran “Star” adalah dengan cara meningkatkan advertising, mempertahankan strategi potongan harga dengan dilengkapi pemberian hadiah menarik di tiap pembelian produk secara tunai, misalnya helm relief ‘mataharinya’ Valentino Rossi.
2.      Kuadran Star
Pada kuadran ini Anda memegang pangsa pasar yang besar bila dibandingkan kompetitor, dengan pertumbuhan pasar yang besar pula. kuadran ini merupakan tempat Market Leader bercokol. Kuadran Question Mark bila sukses akan bergerak ke kuadran ini. Organisasi bisnis yang sukses setidaknya mempunyai satu unit bisnis/produk yang berada di kuadran ini. Untuk terus bertahan diperlukan usaha yang konsisten dan terus menerus agar tidak terdepak. Selama pasar tumbuh, maka akan selalu ada pemain baru dari kuadran Question mark yang akan berusaha masuk.Investasi diperlukan untuk pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar. Investasi bisa menggunakan dana dari kuadran Cash Cow.
Ketika Yamaha V-Ixion sudah sampai di posisi star, dimana market share sudah dominan tapi growth masih cukup tinggi, advertising yang sebelumnya dilakukan besar-besaran bisa dilakukan seperlunya saja. Pihak marketing bisa melakukan penambahan fitur minor dan pihak distributor bisa bekerjasama dengan club motor yang diharapkan mampu memperkuat posisi Yamaha V-Ixion di pasar.
3.      Kuadran Cash Cow
Pada kuadran ini mempunyai pangsa pasar yang besar di banding kompetitor, pertumbuhan pasar yang rendah, kesempatan di kuadran ini masih terbatas. Pasar tidak begitu menarik. Kuadran ini menghasilkan banyak keuntungan yang bisa digunakan untuk berinvestasi di bidang lain.Karena kondisi pasar yang tidak terlalu menarik maka tidak diperlukan investasi yang penting untuk menjaga pangsa pasar. kuadran ini harus dilindungi dan dijaga dengan baik karena sedikit pergeseran akan besar dampaknya terhadap pangsa pasar karena pertumbuhan pasar yang rendah.Jagalah posisi sebagai market leader dan market share yang dimiliki. Keuntungan diperoleh dari volume penjualan yang besar dan me-leverage operasional sehari-hari. Gunakan keuntungan untuk mendukung bisnis lain.
Jajaran marketing dan distributor bisa menikamati hasil strategi pemasaran mereka dan pihak perusahaan bisa menjadikan produk Yamaha V-Ixion sebagai “sapi perah” karena keuntungan perusahaan mengalir lancar akibat penjualan produk ini.Pihak perusahaan saat ini harus lebih berkonsentrasi pada perawatan dan menjaga produksi tetap stabil. Ke depan-nya, harus segera dipikirkan tentang inovasi produk baru agar pasar tidak jenuh dan eksistensi Yamaha Group Tbk. tetap terjaga.
4.      Kuadran Dog
Di area ini pangsa pasar kecil dan beroperasi di pasar dengan pertumbuhan yang rendah. perusahaan mempertimbangkan untuk menutup bisnis, Menjualnya, melakukan repositioning, mengurangi operational cost. optimalkan operasional sehari-hari, hilangkan semua aktivitas yang tidak perlu. Repositioning diperlukan untuk menghasilkan positive cash cow atau menjualnya.
Yamaha   V-Ixion masih dalam level kecil sehingga potensi kerugian bahkan kebangkrutan terbuka lebar jika tidak segera diambil tindakan tepat. Ketika suatu produk berada pada kuadran ini, harus segera disusun strategi agar produk tersebut bisa masuk ke kuadran “Question Marks/Problem Child”. Market growth-nya ditingkatkan dengan meningkatkan kualitas, memberikan potongan harga dan advertising (periklanan/promosi) yang gencar. Kalau diprediksi sulit untuk mencapai kuadran “Question Marks/Problem Child”, produksi produk V-Ixion harus segera dihentikan untuk mencegah kerugian yang semakin tinggi.

STRATEGI KEBIJAKAN PEMERINTAH VIETNAM TERHADAP KOMODITI BERAS


ASISTENSI EKONOMI INTERNASIONAL
“STRATEGI KEBIJAKAN PEMERINTAH VIETNAM
TERHADAP KOMODITI BERAS”









DISUSUN OLEH :
NINDI AGUSTIRA                          05101001003
AFRIYANI                                        05101001011
WIDI SAYANDA                             05101001027
DEKI RIMON                                   05101001032
RICHARD PRAMANA                  05101001062
EKY FRESLIANA SAGALA         05101001072
                                     


JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013
BAB I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Menurut ilmiah beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi). (Wikipedia). Sedangkan dalam sehari – hari beras adalah makanan pokok masyarakat mayoritas di Indonesia.
Beras adalah komoditas strategis dan merupakan pangan pokok bangsa Indonesia. Konsumsi beras setiap tahun selalu meningkat seiring dengan laju penambahan penduduk. Sudah banyak upaya untuk mengerem laju konsumsi beras dengan aneka ragaman pangan lokal namun tampaknya setiap tahun selalu mengalami kenaikan. Swasembada beras terjadi tahun 1984 dan dapat dipertahankan pada tahun 1990. Setelah itu peningkatan konsumsi beras tidak sebanding lagi dengan laju peningkatan produksi dan areal panen (Kasryno et al., 2001). Sejak tahun 1994 Indonesia mulai mengimpor beras lagi, dan setiap tahun ada kecenderungan peningkatan impor.
Konsumsi yang banyak oleh penduduk menyebabkan beberapa hal, diantaranya Indonesia kekurangan beras (cadangan), hanya pada tahun 2011 kita bisa  surplus. Kekurangan cadangan makanan membuat pemerintah mengadakan impor beras dari Negara – Negara yang berpenghasil beras. Vietnam merupakan Negara yang cukup banyak meng ekspor beras mereka ke Indonesia, rata – rata ssetiap tahun mampu mengirim sekitar 1,5 juta ton.
Suatu jumlah yang besar beras Vietnam ke Indonesia, ini merupakan fenomena yang unik melihat Vietnam mampu ekspor beras mereka ke Indonesia. Padahal Negara kita terkenal dengan Negara agraris yang mayoritas penduduknya adalah petani. Ironis sekali !
Permasalahan  terjadi kenapa Indonesia masih perlu cadangan beras nasional, apakah kita  kekurangan lahan untuk menanam padi? Pertanyaan ini sudah bisa kita cari jawabannya di berita – berita televisi. Beberapa yang menjadi catatan lain masalah impor beras dari Vietnam adalah apa keunggulan dari beras Vietnam dibandingkan beras yang ada di Negara kita. Selain itu bagaimana strategi pemerintah Vietnam sehingga mampu ekspor beras ke Indonesia.
Pasti ada strategi atau kebijakan pemerintah Vietnam dalam hal ini komoditi beras, hal ini menarik untuk dibahas selanjutnya. Sehingga penulis tertarik untuk membahas  tentang “Strategi Kebijakan Pemerintah Vietnam terhadap Komoditi Beras”. Dimana hasil paper ini akan menjadi referensi pembaca lainnya dan diperbaiki untuk selanjutnya.
I.2 Tujuan
1. Bagaimana strategi Pemerintah Vietnam mewujudkan ekspor beras keluar negara ?
     2. Bagaimana keadaan komoditi Vietnam saat ini dan yang akan datang ?











BAB II. PEMBAHASAN

II.2 Komoditi Beras Vietnam Masa Lalu
Vietnam adalah satu dari sedikit negara yang tetap bertahan sebagaipengekspor beras (pangan) hingga kini. Namun, belakangan Vietnam mulaimembatasi ekspor beras guna menjaga ketahanan pangan di dalam negeri pada saat kritis pangan melanda dunia sejak awal tahun 2008.
Vietnam sebenarnya belum lama masuk kelompok pengekspor beras. Bahkan, dalam sejarahnya, negeri yang pernah tercabik-cabik perang ini pernah mengalami kekurangan pangan (1985-1986) yang begitu dahsyat. Akibatnya, mereka harus mengimpor beras 1 juta ton. Namun, dengan kebijakan yang komprehensif disertai strategi yang tepat dan amdal, Vietnam berangsur-angsur menjadi salah satu negara pengekspor beras terkemuka.
Adapun kebijakan yang dimaksud adalah Kebijakan Doi Moi, yang berarti renovasi yang ditetapkan Kongres Nasional Partai Komunis Vietnam (PKV) pada 15-18 Desember 1986 dan mulai diterapkan pada tahun 1987. PKV adalah satu-satunya partai politik di Vietnam.

II.2 Kebijakan Doi Moi

Pada intinya, kebijakan Doi Moi meliputi, pertama, perubahan sistem ekonomi dari perencanaan terpusat menjadi ekonomi pasar (market force) yang berorientasi sosialis.
Kedua, mengakui kepemilik- an oleh swasta, yang sebelum- nya hanya satu, yaitu oleh negara. Dalam perkembangan- nya bahkan mengakui kepemilikan aset-aset ekonomi oleh pihak asing dengan disetujuinya Undang-Undang PMA Tahun 1087.
Ketiga, restrukturisasi BUMN dan Koperasi. Keempat, mengembangkan hubungan ekonomi internasional. Dalam kerangka Doi Moi, Pemerintah Vietnam membuat Rencana Pembangunan
Lima Tahun (Repelita ) periode 1987- 1991 dengan program utama meningkatkan produksi pangan dan bahan konsumsi lain dengan sasaran pemenuhan kebutuhan domestik dan mulai mengekspor.
Untuk pertumbuhan ekonomi (GDP) ditargetkan 6-7 persen per tahun. Kini Vietnam memasuki Repelita V periode 2005â"2010 dengan target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 mencapai 13,4 persen dan sector pertanian berkembang antara 16 sampai 17 persen. Adapun sector industri dan jasa diharapkan mencapai di atas 40 persen dari GDP.
Dengan kebijakan Doi Moi yang antara lain mengizinkan petani berproduksi sebanyak mungkin (sebelumnya dibatasi dan ditentukan oleh pemerintah), pada tahun 1989 untuk pertama kali, setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi, Vietnam mengekspor beras sebanyak 1 juta ton.
Selanjutnya, beras merupakan komoditas utama ekspor nonmigas. Tahun 2000 lalu Vietnam telah mengekspor 3,5 juta ton beras, disusul pada tahun 2005 mengekspor 4,5 juta ton beras.
Terkait ekspor beras dan dalam hubungan bilateral Indonesia-Vietnam, tahun 1998 saat Indonesia dilanda krisis, Vietnam membalas budi baik Indonesia yang pernah menolongnya pada tahun 1986 dengan memberi beras kepada Indonesia 10.000 ton dan meminjami 100.000 ton tanpa bunga selama satu tahun. Tahun 1986 Indonesia meminjamkan beras kepada Vietnam 50.000 ton dengan masa pinjaman dua tahun.

II.3 Kebijakan dan Strategi
Keberhasilan Vietnam dalam meningkatkan produksi dan ekspor beras tidak terlepas dari kebijakan pemerintah dalam sektor pertanian. Kebijakan itu, pertama, memberi kesempatan seluas mungkin kepada petani untuk menggunakan atau memanfaatkan tanah sebaik mungkin (menurut konstitusi Vietnam, hanya negara yang berhak memiliki tanah) dalam berproduksi tanaman pangan.



Kedua, mengembangkan ekonomi pedesaan dan ekonomi rumah tangga. Ketiga, memberikan pelayanan yang luas kepada petani, dalam bentuk antara lain pengadaan kredit pedesaan. Keempat, meliberalisasi perdagangan, terkait beras, yaitu menghapus kuota ekspor beras dan impor pupuk.
Sementara itu, strategi yang dilakukan Vietnam dalam pembangunan beras mencakup, pertama, rehabilitasi dan peningkatan struktur dan sistem irigasi. Saat ini hampir 90 persen lahan sawah padi telah diairi dengan sistem irigasi.
Kedua, pengembangan varietas unggul. Melalui lembaga Iptek dan Bank of Agriculture Micro Biological Genes telah dikembangkan sejumlah jenis bibit padi yang unggul, termasuk jenis varietas padi unggul hibrida.
Ketiga, menyediakan lahan pertanian untuk petani miskin tanpa dipungut sewa, bahkan menyediakan pinjaman dana untuk berproduksi.
Keempat, menjamin tingkat kentungan bagi petani beras dengan membeli semua beras yang dijual jika harganya di bawah harga yang ditetapkan (floor price) dan pemerintah menarik dukungannya jika harga beras sudah mencapai harga tertinggi yang ditetapkan (ceiling price).
Kelima, memberi kesempatan kepada semua perusahaanâ" BUMN, koperasi, dan Swasta yang memegang izin perdagangan komoditas pangan atau pertanian dapat mengekspor beras dan mengimpor pupuk
Keenam, mendorong perusahaan swasta dan BUMN untuk mengadakan kontrak dengan petani, dengan ketentuan perusahaan wajib menyediakan modal, bahan baku (bibit), serta bantuan teknik kepada petani produsen dan membeli semua produksi hasil pertanian. Sebaliknya, petani yang terikat kontrak wajib menjual produknya dengan harga yang disepakati.
Ketujuh, mendirikan Kantor Pertanian dan Perdagangan (Agriculture and Trade Office) di negara-negara yang mempunyai potensi besar dalam membeli beras Vietnam.
Dengan berpegang pada kebijakan nasional, khususnya kebijakan dan strategi peningkatan dan ekspor beras, Vietnam kini menjadi negara pengekspor beras terbesar kedua setelah Thailand. Semua keputusan itu dilaksanakan secara konsisten, efektif, dan efisien serta didukung sepenuhnya oleh seluruh lembaga pemerintah dan rakyat.

II.4 Vietnam Menuju Eksportir Terbesar Beras di Dunia
Setelah melihat kebijakan dan strategi pemerintah Vietnam untuk komoditi beras,  negara ini akan menjadi negara eksportir beras terbesar di dunia. Vietnam tahun ini mungkin melampaui Thailand sebagai pengekspor beras terbesar di dunia, dengan perkiraan ekspor sekitar 7 juta ton beras, sementara Thailand mengekspor 6,5 juta ton.Nguyen Van Don, direktur umum pengekspor beras Viet Hung, mengatakan, sejauh ini Vietnam unggul berkat adanya jaminan harga tinggi bagi petani Thailand.
Ini karena adanya program penyimpanan dan pembelian beras guna mendukung petani Thailand. Karena itu, sekarang ini sangat sulit bersaing harga jual. Vietnam kini bersaing sangat ketat dengan India, Pakistan, dan Myanmar, terutama India.
Selain itu, buruknya panen padi di China selatan juga membantu meningkatkan permintaan beras Vietnam sehingga China pada tahun ini menjadi pembeli utama.
Saat ini perusahaannya banyak mengekspor beras ke China. Dalam beberapa tahun terakhir China mengimpor sangat sedikit, umumnya lewat jalur tidak resmi. Tahun ini mereka mulai mengimpor melalui jalur resmi. Mereka membeli dalam jumlah sangat banyak dengan cepat. Tahun ini Vietnam mungkin mengekspor lebih dari dua juta ton ke China. Itu berarti China kini adalah pasar potensial. Kualitas beras Vietnam lebih rendah dari beras Thailand dan biasanya tidak bersaing untuk pasar yang sama.
Menurut pejabat-pejabat, penurunan ekspor Thailand masih mungkin menciptakan peluang. Huynh Cong Minh, wakil kepala bagian pertanian dan pembangunan pedesaan provinsi Tien Giang, mengatakan, peluang Vietnam tidak besar, tetapi berjangka panjang guna membantu Vietnam selangkah demi selangkah mengubah struktur benih padinya, memperluas wilayah beras berkualitas tinggi guna memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor dalam beberapa tahun ke depan.
Pejabat-pejabat mengatakan, sekitar 45 persen wilayah di provinsi Tien Giang ditanami padi berkualitas lebih tinggi, tetapi mereka berencana secara bertahap menambah wilayah itu dan menembus pasar baru. Itu akan membantu banyak petani dan buruh tani Vietnam. Petani Nguyen Ngoc Phan telah menanam padi berkualitas tinggi selama lima tahun terakhir. Menurutnya, beras jenis itu meningkatkan penghasilannya. Dengan berpegang pada kebijakan nasional, khususnya kebijakan dan strategi peningkatan dan ekspor beras, Vietnam kini menjadi negara pengekspor beras terbesar kedua setelah Thailand. Semua keputusan itu dilaksanakan secara konsisten,
























BAB III. PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Vietnam adalah satu dari sedikit negara yang tetap bertahan sebagai pengekspor beras (pangan) hingga kini. Namun, belakangan Vietnam mulaimembatasi ekspor beras guna menjaga ketahanan pangan di dalam negeripada saat kritis pangan melanda dunia sejak awal tahun 2008.
Dengan kebijakan dan strategi pemerintah Vietnam untuk komoditi beras,  negara ini akan menjadi negara eksportir beras terbesar di dunia. Vietnam tahun ini mungkin melampaui Thailand sebagai pengekspor beras terbesar di dunia,

III.2 Saran
      Pemerintah memperhatikan kembali kebijakan – kebijakan terdahulu oleh pemerintah sebelumnya, karena kebijakan dan strategi pemerintah Vietnam lakukan merupakan kebijakan dan strategi negara kita dahulu. Sehingga kita optimis untuk melakukan hal yang sama dengan Vietnam  saat ini.















DAFTAR PUSTAKA





Wikipedia. Beras. Vietnam Akan Jadi Pengekspor Beras. http://id.wikipedia. org/wiki/Beras. 25 Maret 2013