MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN AGRIBISNIS
BAURAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN KHAS DESA PULAU SEMAMBU
(ROSELA, BAYAM, DAN BELEWAH)
Widi Sayanda
05101001027
JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2012
BAB I.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Desa Pulau
Semambu adalah desa yang saat ini menjadi desa percontohan di Kabupaten Ogan
Ilir. Desa ini merupakan pemekaran dari Desa Tanjung Seteko, setelah terjadi
pemekaran maka daerah ini menjadi desa baru dengan nama Desa Pulau Semambu.
Desa Pulau
Semambu memiliki 5 (lima) dusun, dimana setiap dusun memiliki potensi masing –
masing. Dusun satu dan dua merupakan daerah yang penduduknya banyak sebagai
pedagang, ini disebabkan dusun tersebut tepat dipinggir jalan. Selain itu
disini juga terdapat sentra wisata Agrowisata Bina Dharma membuat peluang usaha
disekitarnya maju.
Didusun tiga
merupakan dusun yang paling berpotensi,
karena di disini merupakan sentra tempat masyarakat Desa Pulau Semambu bertani.
Pertanian utama disini adalah Rosela, bayam, jagung, dan belewah. Sedangkan
Dusun empat dan lima merupakan daerah perkebunan seperti sawit dan karet.
Masyarakat
Pulau Semambu sangat aktif dalam kegiatan menaikan nilai jual dari hasil tani
mereka. Beberapa usaha yang sudah dilakukan, diantaranya pembuatan kerupuk
bayam, olahan rosel, dan olahan belewah.
Jika ini
dikembangkan, maka Desa Pulau Semambu dapat menjadi sentra makanan khas bagi
daerahnya sendiri. Bahkan dapat menjadi ciri khas daerah kabupaten Ogan Ilir.
Namun dalam
kegiatannya, masyarakat desa ini terkendala untuk pemasaran produk mereka.
Karena pasar tetap mereka belum ada. Sehingga mereka akan produksi jika ada
even dan pesanan dari konsumen.
Maka dari itu
saya tertarik un tuk membahas bauran pemasaran usaha masyarakat Desa Pulau
Semambu dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapinya dalam Laporan
Fieldtrip “Bauran Pemasaran Olahan Pertanian, Permasalahan dan Solusi yang
dihadapi Masyarakat Desa Pulau Semambu”
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana bauran
pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu?
1.3 Tujuan
Tujuan dari
kami melakukan kunjungan ke perusahaan keripik ini yaitu:
Untuk
mengetahui bauran pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu.
1.4
Manfaat
Adapun manfaat yang
diperoleh dari penelitian ini adalah: Mengetahui
bauran pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu
II PEMBAHASAN
2.1 Bauran Pemasaran
Menurut
ahli ilmu pemasaran mendefinisikan bahwa bauran pemasaran adalah
kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya
dalam pasar sasaran (2000.Kotler).
Bauran pemasaran atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel
pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk
mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran. Dalam bukunya, Sofjan Assauri mendefinisikan bauran pemasaran
merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk
mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi, bauran pemasaran terdiri
dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan
untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.
Seperti diketahui, strategi pemasaran adalah suatu
himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan oleh
perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju dalam jangka panjang dan
tujuan perusahaan jangka panjang, dalam situasi persaingan tertentu. Dalam
strategi pemasaran ini, terdapat Strategi Acuan/Bauran Pemasaran yang
menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel pemasaran,
untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus mencapai tujuan
dan sasaran perusahaan.
Produk
Segala sesuatu yang berupa barang dan jasa yang
ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi
guna memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan terhadap konsumen. Di dalam
strategi bauran pemasaran, produk merupakan unsur yang paling penting, karena
dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Tujuan utama dari produk adalah
untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan
bersaing atau mengatasi persaingan.
a. Pemilihan produk, pemilihan
produk olahan rosela, belewah, dan bayam didukung oleh hasil pertanian di desa
ini sangat banyak. Seperti bayam, hampir setiap kebun masyarakat sekitar
terdapat tanaman bayam dan belewah. Kemudian rosela terdapat hampir di setiap
pekarangan rumah penduduk sekitar. Kami akan menanam rosela setiap kebun
masyarakat, untuk mendukung produksi rosela didesa ini ujar Kepala Desa Pulau
Semambu.
b. Pembungkus barang, saat ini
kemasan setiap olahan sudah memiliki kemasan masing – masing. Rosela yang
dibuat sirup dikemas dalam botol dan dikemas menggunakan mesin, keripik bayam
sudah dikemas dalam plastik kedap udara, dalam setia kemasan bayam dengan berat
setengah ons. Kemudian dodol belewah sudah dikemas dalam kemasan kotak.
c. Merk barang, sedangkan
merek produk olahan masing – masing menggunakan merk
Price (Harga)
Keputusan tentang harga produk merupakan keputusan pemasaran yang sangat
penting karena sangat menentukan terhadap volume penjualan dan akan menentukan
keuntungan perusahaan.
Penetapan harga yang dilakukan perusahaan ini ialah
a.
Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam
menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak
langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa
dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Biaya bahan baku, biaya operasional
b.
Harga para pesaing juga harus dipertimbangkan akan
mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan
Karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga
c.
Melihat situasi dan kondisi , jangan menjual
terlalu murah dan jangan terlalu mahal.
Kripik bayam dijual perbungkusnya Rp. 4000 / 0,5 ons.
Dalam setiap bungkus sudah dikemas didalam plastik yang kedap udara. Bayam pada
umumnya dijual seharga Rp. 2.500 per ikatnya. Sedangkan per-ikat beratnya rata
– rata 0,5 kg. Kripik bayam dijual seharga Rp. 4.000 /bungkus, sedangkan
perbungkus beratnya 0,5 ons. Jadi dibandingkan dengan penjualan bayam biasa Rp.
2.500 / ikat bisa mendapatkan pendapatan kotor kurang lebih Rp.40.000.
Rosela dibuat sirup dan selai, sirup dijual seharga @ Rp.
20.000/ botolnya sedangkan selai Rp. 10.000 / botol. Dodol dari belewah dijual
seharga 10 / kotaknya. Jika melihat dari harga produk tersebut, bahwa penganan
dari Desa Pulau Semambu dapat dijangkau oleh semua kalangan dan dapat
memperoleh keuntungan besar.
Promotion (Promosi)
Dalam
kegiatan awal, selalu ada promosi. Ini dengan tujuan agar produk yang
ditawarkan nanti dapat dikenal oleh orang – orang. Untuk produk dari desa ini
memiliki beberapa cara.
Pertama
mereka mengikuti kegiatan bazar atau ekspo yang dilakukan oleh pemerinta
setempat dan pemerintah luar provinsi. Terakhir mereka ikut buka stan di
kegiatan KTNA di Inderalaya. Dengan harapan produk tersebut bisa dinikmati oleh
pengunjung.
Kedua, dari
mulut kemulut. Setiap ada kunjungan kedesa, maka selalu yang ditonjolkan adalah
makanan khas daerah desa ini. Setiap tamu yang datang dirumah kepala desa akan
di suguhkan makanan – makanan hasil
olahan tadi. Setelah mereka mencicipi, maka akan tahu bagaimana hasil dari
olahan masyarakat sekitar.
Place (Tempat dan
distribusi)
Berbagai
kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan
tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage,
assortments, locations, inventory, dan transport. Produk tidak banyak artinya
bagi pelanggan apabila tidak tersedia pada saat dan tempat ia diinginkan.
Produk mencapai pelanggan melalui saluran distribusi (distribution channel).
Saluran disrtibusi adalah rangkaian perusahaan atau individu mana pun yang ikut
serta dalam arus barang dan jasa dari produsen kepada pemakai akhir atau
konsumen.
Produk yang
dihasilkan oleh desa ini memamng terkendala oleh belum adanya tempat
pendistribusian yang tetap. Untuk sementara sebagian kecil hasil pertanian
mereka (bukan produk olahan) di pasarkan
ke koperasi Pabrik Kayu yang terletak di Desa Timbangan.
Mereka hanya
mendistribusikan produk mereka ketika ada pemesanan, jika tidak ada maka mereka
tidak melakukan pendistribusia karena mereka produksi berdasarkan pemesanan.
Namun melihat pendistribusian produk, juga terjadi jika ada even tertentu,
seperti bazar / expo.
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Melihat dari bauran pemasaran ini apat disimpulkan
bahwa :
Produk yang khas dari Desa
Pulai Semambu adalah kripik bayam, olahan rosela, dan olahan belewah. Ini produk
dihasilkan dan diolah oleh masyarakat desa ini. Penetapan harga yang dilakukan perusahaan ini ialah Melihat
situasi dan kondisi , jangan menjual terlalu murah dan jangan terlalu mahal,
daya beli, biaya- biaya lainnya.
Promosi yang
dilakukan perusahaan ini ialah secara konvensional maksudnya disini ialah
dengan mengikuti pameran-pameran baik itu antar kabupaten atau provinsi. Mempromosikan dari mulut kemulut dengan
cara, apabila ada kunjungan kedesa. Maka akan disuguhkan produk tersebut.
Pemasaran hanya dilakukan jika ada pemesanan
sedangkan tempat distribusi tetap belum ada, sehingga dibutuhkan solusi untuk
membantu pemasaran produk ini
3.2 Saran
Wacana untuk membuat makanan
khas untuk desa, cakupannya terlalu kecil. Sebaiknya produk ini dijadikan
makanan khas Kab. OI dan disediakan Outlet untuk menanmpungnya. Kemudian dibuat
pasar akan lebih baik untuk mejadi sasaran pemasaran produk ini nanti.
DAFTAR PUSTAKA
Dara, Dilasandy.
2011. Bauran Pemasaran. http//wordpress.com diakses tanggal 26
Desember 2012.
Suparmin 2012. Bauran
Pemasaran. Inderalaya: Desa Pulau Semambu
LAMPIRAN


Gambar Kripik Bayam Gambar Rosella


