08 April 2013

BAURAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN KHAS DESA PULAU SEMAMBU (ROSELA, BAYAM, DAN BELEWAH)


MAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN AGRIBISNIS
BAURAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN KHAS DESA PULAU SEMAMBU (ROSELA, BAYAM, DAN BELEWAH)








Widi Sayanda
05101001027








JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

INDRALAYA
2012
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Desa Pulau Semambu adalah desa yang saat ini menjadi desa percontohan di Kabupaten Ogan Ilir. Desa ini merupakan pemekaran dari Desa Tanjung Seteko, setelah terjadi pemekaran maka daerah ini menjadi desa baru dengan nama Desa Pulau Semambu.
Desa Pulau Semambu memiliki 5 (lima) dusun, dimana setiap dusun memiliki potensi masing – masing. Dusun satu dan dua merupakan daerah yang penduduknya banyak sebagai pedagang, ini disebabkan dusun tersebut tepat dipinggir jalan. Selain itu disini juga terdapat sentra wisata Agrowisata Bina Dharma membuat peluang usaha disekitarnya maju.
Didusun tiga merupakan  dusun yang paling berpotensi, karena di disini merupakan sentra tempat masyarakat Desa Pulau Semambu bertani. Pertanian utama disini adalah Rosela, bayam, jagung, dan belewah. Sedangkan Dusun empat dan lima merupakan daerah perkebunan seperti sawit dan karet.
Masyarakat Pulau Semambu sangat aktif dalam kegiatan menaikan nilai jual dari hasil tani mereka. Beberapa usaha yang sudah dilakukan, diantaranya pembuatan kerupuk bayam, olahan rosel, dan olahan belewah.
Jika ini dikembangkan, maka Desa Pulau Semambu dapat menjadi sentra makanan khas bagi daerahnya sendiri. Bahkan dapat menjadi ciri khas daerah kabupaten Ogan Ilir.
Namun dalam kegiatannya, masyarakat desa ini terkendala untuk pemasaran produk mereka. Karena pasar tetap mereka belum ada. Sehingga mereka akan produksi jika ada even dan pesanan dari konsumen.
Maka dari itu saya tertarik un tuk membahas bauran pemasaran usaha masyarakat Desa Pulau Semambu dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapinya dalam Laporan Fieldtrip “Bauran Pemasaran Olahan Pertanian, Permasalahan dan Solusi yang dihadapi Masyarakat Desa Pulau Semambu”


1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana bauran pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu?
1.3 Tujuan
            Tujuan dari kami melakukan kunjungan ke perusahaan keripik ini yaitu:
Untuk mengetahui bauran pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu.
1.4  Manfaat
            Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Mengetahui bauran pemasaran dari produk olahan khas Desa Pulau Semambu




















II PEMBAHASAN
2.1 Bauran Pemasaran
Menurut ahli ilmu pemasaran mendefinisikan bahwa bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran (2000.Kotler).
Bauran pemasaran atau marketing mix adalah kumpulan dari variabel-variabel pemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu badan usaha untuk mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran. Dalam bukunya, Sofjan Assauri mendefinisikan bauran pemasaran merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi, bauran pemasaran terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.
Seperti diketahui, strategi pemasaran adalah suatu himpunan asas yang secara tepat, konsisten dan layak dilaksanakan oleh perusahaan guna mencapai sasaran pasar yang dituju dalam jangka panjang dan tujuan perusahaan jangka panjang, dalam situasi persaingan tertentu. Dalam strategi pemasaran ini, terdapat Strategi Acuan/Bauran Pemasaran yang menempatkan komposisi terbaik dari keempat komponen atau variabel pemasaran, untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju, dan sekaligus mencapai tujuan dan sasaran perusahaan.

Produk
Segala sesuatu yang berupa barang dan jasa yang ditawarkan kepada masyarakat untuk dilihat, dipegang, dibeli atau dikonsumsi guna memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan terhadap konsumen. Di dalam strategi bauran pemasaran, produk merupakan unsur yang paling penting, karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Tujuan utama dari produk adalah untuk dapat mencapai sasaran pasar yang dituju dengan meningkatkan kemampuan bersaing atau mengatasi persaingan.


a. Pemilihan produk, pemilihan produk olahan rosela, belewah, dan bayam didukung oleh hasil pertanian di desa ini sangat banyak. Seperti bayam, hampir setiap kebun masyarakat sekitar terdapat tanaman bayam dan belewah. Kemudian rosela terdapat hampir di setiap pekarangan rumah penduduk sekitar. Kami akan menanam rosela setiap kebun masyarakat, untuk mendukung produksi rosela didesa ini ujar Kepala Desa Pulau Semambu.
b. Pembungkus barang, saat ini kemasan setiap olahan sudah memiliki kemasan masing – masing. Rosela yang dibuat sirup dikemas dalam botol dan dikemas menggunakan mesin, keripik bayam sudah dikemas dalam plastik kedap udara, dalam setia kemasan bayam dengan berat setengah ons. Kemudian dodol belewah sudah dikemas dalam kemasan kotak.
c. Merk barang, sedangkan merek produk olahan masing – masing menggunakan merk

Price (Harga)
Keputusan tentang harga produk  merupakan keputusan pemasaran yang sangat penting karena sangat menentukan terhadap volume penjualan dan akan menentukan keuntungan perusahaan.
Penetapan harga yang dilakukan perusahaan ini ialah
a.      Berbagai jenis biaya harus sipertimbangkan dalam menetapkan harga, termasuk di dalamnya adalah biaya langsung dan tidak langsung, biaya tetap dan biaya variabel, biaya tidak langsung yang bisa dilacak, dan biaya-biaya yang teralokasi. Biaya bahan baku, biaya operasional
b.      Harga para pesaing juga harus dipertimbangkan akan mempengaruhi tingkat permintaan barang dan jasa yang ditawarkan peruasahaan dan Karenanya harus dipertimbangkan dalam proses penetapan harga
c.      Melihat situasi dan kondisi , jangan menjual terlalu murah dan jangan terlalu mahal.
Kripik bayam dijual perbungkusnya Rp. 4000 / 0,5 ons. Dalam setiap bungkus sudah dikemas didalam plastik yang kedap udara. Bayam pada umumnya dijual seharga Rp. 2.500 per ikatnya. Sedangkan per-ikat beratnya rata – rata 0,5 kg. Kripik bayam dijual seharga Rp. 4.000 /bungkus, sedangkan perbungkus beratnya 0,5 ons. Jadi dibandingkan dengan penjualan bayam biasa Rp. 2.500 / ikat bisa mendapatkan pendapatan kotor kurang lebih Rp.40.000.
Rosela dibuat sirup dan selai, sirup dijual seharga @ Rp. 20.000/ botolnya sedangkan selai Rp. 10.000 / botol. Dodol dari belewah dijual seharga 10 / kotaknya. Jika melihat dari harga produk tersebut, bahwa penganan dari Desa Pulau Semambu dapat dijangkau oleh semua kalangan dan dapat memperoleh keuntungan besar.
Promotion (Promosi)
Dalam kegiatan awal, selalu ada promosi. Ini dengan tujuan agar produk yang ditawarkan nanti dapat dikenal oleh orang – orang. Untuk produk dari desa ini memiliki beberapa cara.
Pertama mereka mengikuti kegiatan bazar atau ekspo yang dilakukan oleh pemerinta setempat dan pemerintah luar provinsi. Terakhir mereka ikut buka stan di kegiatan KTNA di Inderalaya. Dengan harapan produk tersebut bisa dinikmati oleh pengunjung.
Kedua, dari mulut kemulut. Setiap ada kunjungan kedesa, maka selalu yang ditonjolkan adalah makanan khas daerah desa ini. Setiap tamu yang datang dirumah kepala desa akan di suguhkan makanan – makanan hasil olahan tadi. Setelah mereka mencicipi, maka akan tahu bagaimana hasil dari olahan masyarakat sekitar.

Place (Tempat dan distribusi)
Berbagai kegiatan perusahaan untuk membuat produk yang dihasilkan/dijual terjangkau dan tersedia bagi pasar sasaran. Tempat meliputi antara lain channels, coverage, assortments, locations, inventory, dan transport. Produk tidak banyak artinya bagi pelanggan apabila tidak tersedia pada saat dan tempat ia diinginkan.
            Produk mencapai pelanggan melalui saluran distribusi (distribution channel). Saluran disrtibusi adalah rangkaian perusahaan atau individu mana pun yang ikut serta dalam arus barang dan jasa dari produsen kepada pemakai akhir atau konsumen.
Produk yang dihasilkan oleh desa ini memamng terkendala oleh belum adanya tempat pendistribusian yang tetap. Untuk sementara sebagian kecil hasil pertanian mereka (bukan produk olahan)  di pasarkan ke koperasi Pabrik Kayu yang terletak di Desa Timbangan.
Mereka hanya mendistribusikan produk mereka ketika ada pemesanan, jika tidak ada maka mereka tidak melakukan pendistribusia karena mereka produksi berdasarkan pemesanan. Namun melihat pendistribusian produk, juga terjadi jika ada even tertentu, seperti bazar / expo.

















BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Melihat dari bauran pemasaran ini apat disimpulkan bahwa  :
Produk yang khas dari Desa Pulai Semambu adalah kripik bayam, olahan rosela, dan olahan belewah. Ini produk dihasilkan dan diolah oleh masyarakat desa ini. Penetapan harga yang dilakukan perusahaan ini ialah Melihat situasi dan kondisi , jangan menjual terlalu murah dan jangan terlalu mahal, daya beli, biaya- biaya lainnya.
Promosi yang dilakukan perusahaan ini ialah secara konvensional maksudnya disini ialah dengan mengikuti pameran-pameran baik itu antar kabupaten atau provinsi. Mempromosikan dari mulut kemulut dengan cara, apabila ada kunjungan kedesa. Maka akan disuguhkan produk tersebut.
Pemasaran hanya dilakukan jika ada pemesanan sedangkan tempat distribusi tetap belum ada, sehingga dibutuhkan solusi untuk membantu pemasaran produk ini
3.2 Saran
Wacana untuk membuat makanan khas untuk desa, cakupannya terlalu kecil. Sebaiknya produk ini dijadikan makanan khas Kab. OI dan disediakan Outlet untuk menanmpungnya. Kemudian dibuat pasar akan lebih baik untuk mejadi sasaran pemasaran produk ini nanti.





DAFTAR PUSTAKA
Dara, Dilasandy. 2011. Bauran Pemasaran. http//wordpress.com diakses tanggal    26 Desember 2012.
Suparmin 2012. Bauran Pemasaran. Inderalaya: Desa Pulau Semambu











LAMPIRAN
 





Gambar Kripik Bayam                                    Gambar Rosella

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking